Tampilkan postingan dengan label Entikong. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Entikong. Tampilkan semua postingan

Rabu, 10 Juni 2020

Nekat Pulang lewat Jalan Pintas, 35 WNI Dari Malaysia Di Amankan Di PLBN Entikong

Fhoto : Pendataan WNI Di PLBN Entikong

ENTIKONG - Tim Satuan Tugas Pengamanan Perbatasan (Satgas Pamtas) Yonif R-641/Beruang amankan 35 WNI yang nekat pulang melalui jalan pintas pada Rabu (10/6/20) malam. Sebanyak 16 orang melewati sisi kiri luar PLBN Entikong dan 21 orang melewati sisi kanan luar PLBN Entikong.

Pengetatan pengawasan terhadap jalur-jalur tidak resmi di perbatasan RI–Malaysia terus dilakukan oleh Satgas Pamtas Yonif R-641 dalam mencegah adanya kegiatan dan lalu lintas barang maupun orang secara ilegal. Hal ini semakin diintensifkan sehubungan dengan mewabahnya Covid-19. 

Ke-35 WNI tersebut secara hampir bersamaan diamankan oleh anggota Satgas Yonif R-641 yang berjaga di sektor kiri dan kanan PLBN Entikong pada malam itu. Para WNI tersebut masuk secara berkelompok dan tidak memiliki dokumen resmi perjalanan ke luar negeri.

Menurut pengakuannya, selama di Malaysia mereka bekerja secara ilegal di perkebunan sawit. Kebijakan _lockdown_ yang diberlakukan Pemerintah Malaysia dan tidak adanya pekerjaan lagi di negeri jiran mengharuskan mereka kembali ke Indonesia.

Dari 35 WNI tersebut, 12 orang memiliki tujuan akhir perjalanan di provinsi Kalimantan Barat. Sementara 23 orang lainnya menuju Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur dan NTB.

Satgas Yonif R-641 memastikan semua WNI yang masuk ke tanah air dari Malaysia harus melalui rangkaian pemeriksaan protokol kesehatan Covid-19 di PLBN Entikong. 

Bersama petugas Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP) untuk wilayah kerja Entikong, 35 WNI tersebut telah melalui penyemprotan barang bawaan, mencuci tangan, pemeriksaan tanda vital mulai dari suhu badan, tekanan darah hingga saturasi oksigen. Dilanjutkan rapid test dan wawancara riwayat kesehatan. Setelah hasil rapid test dinyatakan non reaktif, mereka menerima surat keterangan kesehatan.

Fhoto : Pemeriksaan Suhu Badan WNI Di PLBN Entikong

Sebelum melanjutkan perjalanannya, pihak Imigrasi Entikong mendata dan mewawancara para WNI tersebut tentang riwayat perjalanan dan barang mereka diperiksa oleh Kantor Bea dan Cukai Entikong.

Dansatgas Pamtas Yonif Raider 641/Bru, Letkol Inf Kukuh Suharwiyono, menjelaskan bahwa 35 WNI tersebut saat setelah diamankan wajib mengikuti rangkaian pemeriksaan. 

"Semua WNI yang masuk dari Malaysia akan kita arahkan untuk melewati rangkaian pemeriksaan kesehatan, imigrasi dan bea cukai ". Jelas Kukuh.

Kukuh juga menyampaikan bahwa untuk mengurangi resiko terpapar Covid-19, Satgas Yonif R-641 telah melengkapi anggotanya dengan  alat pelindung diri, berupa baju hazmat, face shield, sarung tangan dan masker. Alat pendeteksi suhu tubuh non kontak atau _thermogun_ juga dibekalkan kepada anggota yang berjaga di jalur-jalur tidak resmi. 

Selama pandemi Covid-19, Satgas Yonif R-641 telah mengamankan 829 WNI yang kembali ke tanah air lewat jalur tidak resmi. 

Kukuh sangat mengapresiasi dedikasi dan semangat para petugas KKP, imigrasi dan bea cukai Entikong yang siap untuk melayani pulangnya WNI bahkan saat diluar jam dinas.

Selasa, 02 Juni 2020

Terpatri Jiwa Tolong Menolong, Babinsa Dorong Kursi Roda TKI Yang Pulang Ke Indonesia


Fhoto :  Babinsa Dorong Kursi Roda TKI Yang Sakit.

BORNEOTRIBUN I ENTIKONG - Pandemi Covid-19 yang melanda duni membuat perputaran perekonomian merosot diseluruh bidang termasuk dibidang ketenagakerjaan sehingga memaksa para TKI/PMI pulang dari negeri perantauan.

Saat pemulangan TKI/PMI dari Malaysia di PLBN Entikong. Seorang prajurit TNI Sertu Hasanudin yang kesehariannya menjabat sebagai Babinsa Koramil 1204-21/Entikong membantu salah seorang TKI yang  kembali ke Indonesia yang sedang dalam keadaan sakit dengan dibantu kursi roda.

“sebagai umat manusia sudah kodratnya untuk saling tolong ketempat pemeriksaan dan pendataan ". Ujar Sertu Hasanudin. Selasa, 2/6/20.

Begitu juga yang diungkapkan Danramil 21/Entikong, Mayor Inf Arman Sulistiono mengatakan sebagai prajurit TNI khususnya yang berada dikewilayahan harus dapat menjadi panutan dan suri tauladan bagi masyarakatnya dimanapun berada dan bertugas.

" Kita peduli tidak hanya dalam suatu kegiatan seremonial saja, namun dilakukan dalam berkehidupan bermasyarakat kita. Selain itu, jiwa tolong menolong sudah terpatri disetiap sanubari prajurit karena rakyat adalah pusat kekuatan untuk mempertahankan keutuhan dan kedaulatan Negara Kesatuan Republik Indonesia ”. ungkapnya.


Penulis : Libertus
Editor    : Herman






Minggu, 31 Mei 2020

Penerbang Cantik Dibalik Helikopter Bell 412 Ternyata Berasal Dari Nanga Taman, Sekadau


Fhoto : Letda Cpn (K) Alberta Injilia Saat Melakukan Pengecekan Kesiapan helly .

BORNEOTRIBUN I ENTIKONG, SANGGAU - Ada hal menarik saat proses pendistribusian bantuan beras dari Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat yang dilakukan oleh Kodam XII/Tanjungpura ke wilayah  Sungkung menggunakan helly. Salah satu penerbang helikopter Bell 412 adalah seorang wanita yakni Letda Cpn (K) Alberta Injilia.

Lulusan Taruni Akmil tahun 2018 lalu tersebut merupakan putri ketiga dari pasangan Arkadius Ardi ( 59 Tahun asal Desa Perongkan, Sekadau Hulu ) dan Sopianita ( 49 Tahun asal Dusun Sarik, Desa Nanga Mongko, Nanga Taman ) yang berdomisili di Jl. Lintas Nanga Taman, Kecamatan Nanga Taman, Sekadau, Kalbar.

Penerbang wanita TNI AD kelahiran 14 September 1996 tersebut sehari-hari dipanggilan dengan sebutan Anong, saat ini menjabat sebagai Perwira Penerbang II Flite Heli Serang Skadron-12/Serbu Waytuba.

" Saat ini, penerbang cantik tersebut melaksanakan tugas pendistribusian beras bantuan pemprov kalbar dalam rangka mendukung Kodal Pangdam XII/Tpr dan Dorlog Operasi Pengamanan Perbatasan RI-Malaysia di wilayah Kalimantan Barat ". 
Ungkap Pangdam XII/ Tpr Mayjend TNI Muhammad Nur Rahmad. Senin, 1/6/20 kepada media.

Saat ditemui di Pos Kotis Entikong, disela kegiatannya mempersiapkan helly Letda Cpn (K) Alberta Injilia mengatakan, saat ini dirinya bersama Kapten Cpn Fadli Akbar Sirait serta 6 kru helly lainnya ditugaskan untuk membantu pendistribusian beras bantuan ke wilayah Sungkung yang merupakan daerah sulit diakses dengan menggunakan transportasi darat.

Dirinya mengaku bangga bisa melaksanakan tugas dalam kegiatan pendistribusian beras bantuan oleh Kodam XII/Tpr untuk warga terdampak Covid-19 di daerah Sungkung.

"Ini merupakan salah satu tugas kemanusiaan, apalagi saya yang asli Kalbar tentunya juga tidak ingin melihat saudara-saudara saya di pedalaman mengalami kesulitan ditengah pandemi ini ". katanya.

Menurut perempuan yang juga lulusan SMA Taruna Bumi Khatulistiwa Kubu Raya ini, menjadi bagian dari kegiatan kemanusiaan ini merupakan sebuah panggilan negara yang wajib dilakukan bagi dirinya.

"Kita sesuaikan dengan profesi masing ya, mengatasi pandemi serta dampaknya ini adalah tugas bersama. Apapun latar belakang profesi kita, wajib ikut serta bersama-sama mencegah Covid-19 ". ujarnya.

Penulis : Libertus
Editor    : Herman