Tampilkan postingan dengan label Headline. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Headline. Tampilkan semua postingan

Rabu, 10 Juni 2020

Ketua Mengundurkan Diri, KUD Sasuki SP II Maboh Permai Rapat Luar Biasa

Fhoto : Rapat Luar Biasa KUD Sasuki SP II Maboh Permai

BELITANG - Pengurus mengundurkan diri, KUD Sasuki SP II Maboh Permai gelar rapat luar biasa yang bertempat di GPU maboh permai, kecamatan belitang. Kamis, 11/6/20.

Kades Maboh Permai, Sebastian selaku dewan pembina mengucapkan terimakasih kepada seluruh tamu undangan yang telah hadir dan juga memberikan himbauan agar mematuhi anjuran pemerintah tentang protokol kesehatan.

Sebastian menyebutkan rapat luar biasa tersebut dilaksanakan karena adanya pengunduran diri Ketua terpilih, Evendi ditengah perjalanan periode jabatannya seharusnya sampai 2022 mendatang.

" ini semua karena ada permasalahan internal ". Ujar kades.

Senada dengan Kades, ketua BP, Yusak juga menjelaskan agenda kegiatan pelaksanaan rapat luar biasa untuk memilih kepengurusan yang baru terkait surat pengunduran diri dari pengurus KUD Sasuki SP II Maboh Permai.

Kemudian Kanit Samapta Briptu Yoga menyampaikan beberapa himbauan kamtibmas terkait situasi saat ini ditengah pandemi Covid-19 seyogyanya agar melakukan pencegahan Corona sesuai anjuran pemerintah.

Briptu Yoga juga menerangkan terkait protokol kesehatan menuju fase New Normal seperti penerapan PHBS, Phsycal / Sosial Distancing, pakai masker apabila melakukan aktivitas diluar rumah.

"Semoga pelaksanaan pemilihan pengurus KUD Sasuki SP II Maboh Permai yang baru berjalan lancar serta mendapat dukungan dari semua pihak khususnya para anggota dan petani ". Ungkap Briptu Yoga.

Tampak hadir dalam kegiatan GM. PT KSP Danta Tobing, Kanit Samapta Polsek Belitang Briptu Yoga, Babinsa Serda Suroso, Ketua Badan Pengawas KUD Yusak dan para petani plasma.

4 Pasien Positif Covid-19 Asal Sekadau Di Pulangkan

Fhoto : Pasien Terkonfirmasi Fhoto Bersama Dengan Tim Gugus Tugas Covid-19 Kabupaten Sekadau / Istimewa.

SEKADAU - Pasca menjalani perawatan medis sejak Mei 2020 lalu, Pasien 01 laki-laki ( 21 tahun ) asal Sungai Asam, Belitang Hilir, Pasien 02 perempuan ( 18 tahun ) asal Sungai Asam Belitang Hilir dan Pasien 03 ( 39 tahun ) asal Pal 4 Sekadau hilir serta pasien 04 ( 20 tahun ) asal SP 1 Merbang Belitang Hilir yang menjalani perawatan di pontianak dinyatakan sembuh dan di pulangkan.

Pasien sembuh tersebut dilepas langsung oleh ketua gugus tugas penanganan covid-19 kabupaten sekadau yang juga Bupati Sekadau, Rupinus didampingi Kepala Dinas Kesehatan dan Direktur RSUD Sekadau.

Sembari melepas pasien tersebut, Rupinus berpesan kepada para pasien untuk tidak berkeliaran terlebih dahulu pasca dipulangkan. 

" Lakukan isolasi mandiri di rumah masing-masing. Meski sudah dinyatakan sembuh, tidak menutup kemungkinan bisa terjangkit lagi. Apalagi dikabupaten sekadau yang terkonfirmasi rata-rata orang tanpa gejala ". Pesan Rupinus. Kamis, 11/6/20.

Sementara itu, dikonfirmasi juru bicara gugus tugas juga mengharapkan pasien yang sembuh untuk menjaga pola hidup sehat.

" bila dirasa ada gejala kurang sehat, segera koordinasi dengan tenaga medis untuk tindaklanjut ". Ujar Hendri.

Hendry juga berharap kepada warga masyarakat untuk tidak mengucilkan pasien terkonfirmasi yang telah di pulangkan.

" mereka sudah dinyatakan sembuh, itu makanya mereka bisa di pulangkan ". Tandas Hendri.

Warga Lumar Awali Kegiatan Berladang Dengan Ritual Ngarantek Sawa Bahu.

dok.foto

BENGKAYANG - Sesuai tradisi sebelum memulai aktivitas berladang selalu diawali dengan sebuah ritual adat yang disebut 'Ngarantek Sawa Bahu' yang merupakan tradisi memohon keberkahan dari nenek moyang untuk memberkati segala peralatan dan aktivitas pertanian yang akan dimulai pada selasa ( 9/6/20 ) lalu di Dusun Lumar Dalam, Desa Tiga Berkat, Kecamatan Lumar,Kabupaten Bengkayang.

Ritual Adat "Ngarantek Sawa Bahu" ke IV dihadiri Ketua DAD Kecamatan Lumar Esidorus , Sekretaris DAD Kecamatan Lumar Dedianto, Ketua Bamera Lumar, Syukur Kurniawan dan para tokoh Adat  dusun lumar Desa Tiga Berkat Serta tokoh pemuda Desa Tiga Berkat serta kapolsek lumar, Ipda.Sunarli, SH.

Kapolsek Lumar, Ipda. Sunarli, SH menuturkan kegiatan ritual adat tersebut berlangsung lancar dan khidmat. Dan kegiatan Adat ngarantek sawa bahu ke IV adalah kegiatan setiap tahunnya di lakukan oleh masyarakat Desa Tiga Berkat.

"Saya mengapresiasi kegiatan kearifan lokal yang di latar belakangi kebudayaan, saya tetap mengimbau untuk tetap bersama menjaga situasi Kamtibmas dan tetap mengikuti program pemerintah "New Normal" dalam sikapi situasi Pandemi Covid-19 ". Ungkap Kapolsek.

Gapoktan Sumber Makmur Rirang Jati Dapat 6000 Bibit Ikan Dari Pemkab


Fhoto : Pelepasan Bibit Ikan.

BORNEOTRIBUN I SEKADAU - Bupati Sekadau Rupinus, SH, M. Si dan Wakil Bupati Sekadau Aloysius, SH, M. Si menyerahhan sekaligus melepaskan bantuan 6000 bibit ikan nila dan bibit ikan mas kepada kelompok tani sumber makmur desa rirang jati, kecamatan nanga taman kabupaten sekada. Rabu 10 Juni 2020, kemarin.  

Ketua Kelompok tani sumber makmur Aloysius dalam laporannya mengatakan, potensi alam di desa Rirang Jati juga sangat mendukung untuk membudidayakan ikan kolam air tawar. Aloysius menceritakan kelompok tani sumber makmur mulai berdiri sejak 4 April 2018. Pada tahun 2019, kelompok tani itu menanam cabe seluas 7 hektare dengan hasil yang cukup memuaskan. Namun dalam perjalan waktu cabe yang ditanam kurang memuaskan, karena serangan hama, jamur, cuaca yang kurang mendukung, kekurangan pupuk dan obat-obatan. 

"Menyikapi hal itu, kami berinisiatif membuat inovasi baru, mengajak kawan-kawan belajar berternak ikan ". Ujar Aloi.

Fhoto : Paulus Subarno Melepaskan Bibit Ikan 

Empat harapan yang ingin dicapai oleh kelompok tani sumber makmur, yakni ingin melakukan pembibitan ikan sendiri, Ingin membuat pakan sendiri, berbahan baku dari hasil alam, dari petani untuk petani.
Membuat pupuk kompos, dari bahan jerami, sampah organik dan kotoran kandang. Serta mengurangi penggunaan pupuk kimia.

Sementara Camat Nanga Taman, Paulus Ugang memberikan semangat bagi kepala desa yang ada di kecamatan Nanga Taman.
Dengan harapan dapat mencontoh kelompok tani sumber makmur Desa Rirang Jati, agar lebih aktif dan kreatif memanfaatkan potensi alam yang ada. 

"Kita harus kompak dalam segala hal, walaupun ini desa Rirang Jati tapi desa-desa lain bisa mencontoh, meniru, memodifikasi ". Ujar Paulus Ugang. 

Kepala Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian, dan Perikanan Kabupaten Sekadau Drs Sandae, M. Si dalam sambutannya mengatakan walaupun dalam situasi pandemi Covid-19, para petani di Kabupaten Sekadau tetap semangat dalam bertani. Begitupula para tenaga PPL dari Dinas Ketahanan Pangan, yang tak kenal lelah mendampingi para kelompok tani untuk terus menyediakan kebutuhan pangan di Kabupaten Sekadau.

"Kita juga berusaha agar persediaan pangan tidak kekurangan. Kuncinya di petani. Terima kasih kepada kelompok tani, terutama kelompok tani sumber makmur, cabe dikembangkan ikan dikembangkan ". Tandasnya.


Dalam kesempatan tersebut, Bupati Rupinus mengingatkan kepada Kepala Desa yang ada di kecamatan Nanga Taman, untuk memanfaatkan potensi di daerah masing-masing.
Sementara untuk penjualan hasil panen, dapat memanfaatkan teknologi yang sudah semakin canggih dan untuk tidak takut dalam bekerja selama pandemi Covid-19.

"Sebagi petani jangan takut, kita ke hutan, kena panas bagus. Tidak ada yang melarang bapak ibu bekerja. Yang tidak boleh itu berjalan-jalan, berkumpul dengan banyak orang ". Ungkapnya.

Rupinus tak henti-hentinya mengkampanyekan gerakan pola hidup bersih dan sehat (PHBS) serta menerapkan protokol kesehatan dalam aktivitas sehari-hari.


Penulis : Rilis Humas
Editor    : Herman

Cegah Covid-19, PT. KSP Belitang Lakukan Pemeriksaan Suhu Badan


Fhoto : Pemeriksaan Suhu Badan

BORNEOTRIBUN I BELITANG - Dalam upaya memutus mata rantai penyebaran Covid-19, PT. KSP (Kalimantan Sanggar Pusaka) Belitang melakukan berbagai cara seperti penyemprotan disinfektan, penerapan PHBS, Sosial / Phsycal Distancing dan pakai masker.

Selain itu pihak manajemen juga mengoptimalkan tenaga medis yang ada dengan cara mengukur suhu badan dengan alat termometer setiap hari para karyawan sebelum masuk kantor dan cuci tangan terlebih dahulu, Kamis (11/6/2020).

Pihak manajemen juga menyediakan tempat cuci tangan dan sabun sebelum masuk kantor serta melakukan aktivitas dimulai dari jam 07.00 s/d 16.00 WIB dan oleh pihak manajemen rutin setiap hari dari pimpinan sampai dengan staf guna memberikan edukasi perlunya melakukan pencegahan Covid-19.


Hal yang sama juga diungkapkan GM. PT KSP Danta Tobing bahwa berbagai kegiatan yang dilakukan pihak manajemen adalah upaya dalam memutus mata rantai penyebaran Covid-19.

"Semoga kegiatan pencegahan Covid-19 ini dapat bermanfaat serta tidak lupa selalu menerapkan protokol kesehatan dalam setiap aktivitas ". Harapnya.


Penulis : Daiky
Editor    : Herman







Vidcon Dengan Gubernur Kalbar, Presiden Jokowi Sampaikan 5 Hal


Fhoto : Presiden RI, Joko Widodo ( Jokowi ).

BORNEOTRIBUN I JAKARTA - Presiden Joko Widodo menyampaikan lima arahan terkait adaptasi kebiasaan baru agar masyarakat tetap produktif dan aman dari penularan Covid-19. Saat Video conference dengan Gubernur kalbar. Rabu, 10/6/20.

Pertama, Presiden mengingatkan pentingnya prakondisi yang ketat. Sosialisasi kepada masyarakat harus dilakukan secara masif terutama mengenai sejumlah protokol kesehatan yang harus diikuti seperti menggunakan masker, menjaga jarak, mencuci tangan, menghindari kerumunan atau keramaian, hingga menjaga
imunitas tubuh.

" Saya kira ini terus disampaikan kepada masyarakat, diikuti dengan
simulasi-simulasi yang baik, sehingga saat kita masuk ke dalam tatanan normal baru, kedisiplinan warga itu sudah betul-betul siap dan ada. Inilah prakondisi yang kita siapkan sehingga disiplin memakai masker, jaga jarak aman, sering cuci tangan, hindari kerumunan, tingkatkan imunitas saya kira perlu terus disampaikan kepadamasyarakat ". paparnya.

Presiden juga memerintahkan Panglima TNI dan Kapolri untuk menghadirkan aparat di titik-titik keramaian di setiap daerah untuk mengingatkan warga agar disiplin dan mematuhi protokol kesehatan. 

Kedua, Presiden mengingatkan pentingnya perhitungan yang cermat dalam mengambil kebijakan yang harus didasarkan data dan fakta di lapangan. 
Terkait hal tersebut, Presiden meminta tiap kepala daerah yang ingin memutuskan daerahnya masuk ke fase adaptasi kebiasaan baru agar berkoordinasi dengan Gugus Tugas.

"Datanya seperti apa, pergerakannya seperti apa, faktanya seperti apa, karena saya lihat di sini datanya ada semua. Jadi lihat perkembangan data epidemiologi terutama angka Ro dan Rt. Perhatikan juga tingkat kepatuhan dan masyarakat. Pastikan manajemen di daerah siap atau tidak melaksanakan ". Jelasnya. 

"Kemudian hitung kesiapan setiap daerah untuk pengujian yang masif, pelacakan yang agresif, kesiapan fasilitas kesehatan yang ada. Ini benar-benar semuanya harus kita hitung dan pastikan ". Tambahnya.

Ketiga, Presiden juga mengingatkan soal penentuan prioritas yang harus disiapkan
secara matang mengenai sektor dan aktivitas mana saja yang bisa dimulai dan dibuka secara bertahap. 

Sebagai contoh, pembukaan tempat ibadah secara bertahap dengan terlebih dahulu menyiapkan dan menerapkan protokol kesehatan di tempat ibadah dinilai Presiden sudah sangat baik. 

"Sektor ekonomi, sektor dengan penularan Covid yang rendah tapi memiliki dampak ekonomi yang tinggi itu didahulukan dan terutama ini sektor pertanian, peternakan,
perkebunan, perikanan, industri manufaktur, sektor konstruksi, logistik, transportasi barang, sektor pertambangan, perminyakan, saya kira ini sudah disampaikan oleh Ketua Gugus Tugas agar hal ini menjadi catatan kita semua ". Ujarnya.

Keempat, Kepala Negara ingin agar konsolidasi dan koordinasi antara pemerintah pusat dengan daerah, mulai dari provinsi hingga tingkat RT, terus diperkuat.
Ia juga meminta agar koordinasi di internal Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkompinda) diperkuat. 

"Lebih penting lagi libatkan semua elemen masyarakat sehingga kita semuanya bergotong royong, bersinergi, bekerja menyelesaikan persoalan besar ini ".  imbuhnya.

Kelima, Presiden meminta agar dilakukan evaluasi secara rutin. Meskipun sebuah daerah kasus barunya sudah menurun, Presiden mengingatkan agar jajarannya tidak lengah terutama karena kondisi dilapangan masih sangat dinamis. 

Menurutnya, keberhasilan pengendalian Covid ini sangat ditentukan oleh kedisiplinan dan protokol kesehatan.

"Perlu saya ingatkan jika dalam perkembangan ditemukan kenaikan kasus baru, maka langsung akan kita lakukan pengetatan atau penutupan kembali ". Tegasnya.

"Saya kira kita harus optimistis bahwa tantangan yang kita hadapi ini bisa kita kendalikan dengan baik, dengan harapan kita bisa menyelesaikan dalam waktu yang sesingkat-singkatnya sehingga kita bisa beraktivitas kembali ". Tandasnya mengakhiri.

Penulis : Tim Liputan 
Editor    : Herman

Vidcon Dengan Presiden, Gubernur Kalbar Umumkan 11 Kasus Baru

Fhoto : Gubernur Kalbar Vidcon Dengan Presiden.

BORNEOTRIBUN I PONTIANAK - Sebagai langkah evaluasi terkait penanganan Covid-19 dikalimantan barat, Gubernur Kalbar H. Sutarmidji, Wakil Gubernur Kalbar H. Ria Norsan dan Sekretaris Daerah Provinsi Kalbar A.L. Leysandri Rapat Kordinasi melalui Video conference dengan Presiden Republik Indonesia, Joko Widodo di Data Analytics Room Kantor Gubernur Kalbar. Rabu, 10/6/20. 

Dalam rapat Kordinasi dengan Presiden tersebut, Gubernur Kalbar mengungkapkan adanya penambahan 11 kasus terkonfirmasi dimana kasus tersebut semuanya dari luar Kota Pontianak. 

" Ada 11 hari ini (10/6/2020), sebanyak lima kasus dari Kabupaten Ketapang, 3 kasus dari Kabupaten Sambas, 2 kasus Kabupaten Kubu Raya dan 1 kasus Kabupaten Sekadau ". Paparnya.

Selain penambahan yang terkonfirmasi Covid-19, Gubernur juga mengumumkan angka kesembuhan sebanyak 21 kasus. 

"Pasien sembuh semakin banyak total keseluruhan 138 kasus untuk hari ini ada 21 kasus ". ujarnya.

Meskipun demikian, Provinsi Kalimantan Barat dinilai daerah yang terbilang rendah penularannya di bandingkan dengan provinsi lainnya di indonesia. 
"Kita terbilang rendah di Kalimantan, memang Kalbar lebih tinggi dari Kaltara. Tapi di sana (Kaltara-red) jumlah penduduknya baru satu juta lebih di bandingkan Kalbar yang berjumlah lima juta lebih penduduk ". Bebernya.

Ia pun, berharap dengan perencanan 'New Normal' yang akan segera diterapkan di Kalbar, Gubernur Kalbar H. Sutarmidji meminta seluruh kepala daerah tingkat kabupaten dan kota untuk berhati-hati. 

"Kalau daerah yang masih tinggi angka penularannya, harus benar-benar pertimbangkan 'New Normal'. Saya hanya menyarankan tempat ibadah dahulu di buka atau diterapkan 'New Normal' yang lainnya harus dipertimbangkan benar-benar ". Tegasnya.


Penulis : Windy P
Editor    : Herman